Bismillah Terkadang Allah tidak langsung menguji kita dengan kehilangan atau kesedihan besar.
Tapi Allah menguji kita lewat kalimat yang pernah kita ucapkan sendiri.
Contoh saja ,
Bukan menggurui tapi inilah kenyataan yang dihadirkan Allah kita belajar?
Bahkan kita bisa bangga karena ada kita acara itu sukses.
Membanggakan (PosYandu) yang diurus karena ada dia? why
Tapi Allah itu tak tidur apalagi lupa, orang yaang diajak mendengar mungkin ingin terdengar
Ternyata memulai gagasan posyandu itu berdiri di area itu. dan orang yang menemukan stalting
disitu yang tadinya disembunyikan oleh pengurus.
Hakikat Diammu Wahai Hamba
Lewat lisan yang dulu begitu mudah berkomentar,
lewat tulisan yang dulu terasa paling benar,
seakan-akan kita lebih suci, lebih paham, dan lebih tinggi dari orang lain.
Kita lupa, setiap kata yang keluar bukan sekadar bunyi.
Ia dicatat. Ia didengar.
Dan suatu saat, bisa Allah kembalikan dalam bentuk ujian yang sama persis.
Apa yang dulu kita tertawakan, kini justru kita jalani.
Apa yang dulu kita sindir, sekarang menjadi luka paling sensitif.
Bukan karena Allah zalim-tapi karena Allah Maha Adil.
Supaya kita belajar menundukkan hati, berhenti merasa paling benar, dan mulai menjaga lisan serta tulisan.
Karena mulut dan jari yang tak dijaga bisa berubah menjadi doa yang salah alamat,
lalu kembali menghantam diri sendiri.
Belajar Qanah ...
Maka jika hari ini hidupmu terasa menyesakkan, cobalah menoleh ke belakang.
Barangkali ada kata-kata yang dulu terlalu lancar keluar, tanpa pernah kau pikirkan dampaknya.
Ini bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk menyadarkan:
Diam sering kali lebih selamat daripada merasa paling benar.
Adahal yang paling indah setelah ghibah dan fitnah,
Justru berbondong- bondong meminta maaf
maka tersenyumlah
Justru senyummu menghantarkan bahwa
yang dilakukan lalu menghantarkan mu pada indahnya pahala akhirat
Bersabarlah kebesaran diammu memberikan makna spiritual mu telah membekas untuk
Makna akhiratmu setiap saat sudah indah namun tetap harus banyak belajar.





