Jika ada yang mengajukan pertanyaan ini maka tengoklah sebuah perjalanan dari refleksi pribadi yang mendalam.
Hal ini bisa menjadi tingkat keimanan (iman) dalam Islam bersifat dinamis bisa naik dengan ketaatan dan turun dengan kemaksiatan.
Secara umum, Al-Qur'an dan Hadits memberikan beberapa indikator utama untuk mengukur kekuatan iman seseorang. Anda bisa menilai diri sendiri melalui beberapa poin berikut:
1. Fondasi Utama seorang muslim Salat Lima Waktu
Salat Tepat Waktu:
Apakah Anda berusaha mendirikan salat sesegera mungkin setelah azan berkumandang?Kekhusyukan: Apakah Anda merasa tenang dan terhubung dengan Allah saat salat, atau sekadar menggugurkan kewajiban?
2. Hubungan dengan Al-Qur'an dan Zikir
Interaksi Harian
Seberapa sering Anda membaca, merenungkan, atau mengamalkan isi Al-Qur'an dalam sehari?Mengingat Allah: Apakah lidah dan hati Anda terbiasa basah dengan zikir dan istigfar di sela-sela kesibukan?
3. Akhlak dan Hubungan Sesama Manusia
Menjaga Lisan dan Tangan
Rasulullah SAW bersabda bahwa Muslim yang baik adalah yang orang lain selamat dari bahaya lidah dan tangannya.Kejujuran dan Amanah: Seberapa konsisten Anda menjaga integritas, menjauhi ghibah (bergosip), dan menepati janji?
4. Respons Terhadap Dosa dan Ujian
Kesadaran Diri: Ketika berbuat salah, apakah Anda langsung merasa bersalah dan segera beristigfar (taubat)?Sabar dan Syukur: Bagaimana Anda menghadapi cobaan? Apakah dengan mengeluh, atau dengan rida dan berserah diri?
Siapa orang yang paling kuat dalam Islam?
Kekuatan Sejati Tercetak dalam Sabar Kekuatan sejati bukan terletak pada otot atau kemampuan mengalahkan orang lain. Allah SWT berfirman bahwa
Dia Maha Perkasa lagi Maha Pemaaf. Kekuatan hakiki ada pada mereka yang mampu menahan amarah dan mengendalikan diri.
Sabar adalah tanda orang-orang yang kuat imannya. Sabar, kuat iman, mengendalikan diri, maaf, pemaaf
#KekuatanDalamSabar #SabarTandaIman #MaafMemuliakanDiri
"Ya Allah, tanamkan sifat pemaaf dalam hati hamba seperti Engkau Maha Pemaaf.
Berikan hamba kekuatan untuk menahan amarah dan mengendalikan diri. Itulah tanda kekuatan sejati yang Engkau ridhai."
#BelajarlahLebihBaikLagi sabar itu indah saudaraku.
Menahan diri juga bukti kedewasaan tanpa membatasi usia untuk tetap mengkaji walau sering mengaji.
﷽
ALLAH MEMBANGGAKAN HAMBANYA YANG SHALAT TAHAJJUD.
Jika seorang hamba bangun dari kelezatan tidurnya, padahal matanya masih mengantuk, untuk menyenangkan Allahุณุจุญุงูู ูุชุนุงูู dengan melakukan shalat tahajjud, maka Allah akan membanggakannya di hadapan para malaikat-Nya, “Bukankah kalian melihat hamba-Ku bangun dari kelezatan tidur untuk melakukan shalat yang tidak Aku wajibkan atasnya? maka saksikanlah bahwa Aku telah mengampuni dosanya.”(HR. Bukhari dan Muslim) Bangunlah jumpailah Rabb-mu dan jadilah tamu-Nya di sepertiga malam yang akhir ini dengan shalat tahajjud, lihat bagaimana Rabb-Mu membanggakan dirimu dihadapan para malaikat-Nya. Paksakanlah walaupun terasa ngatuk, jangan sampai rasa ngantuk, jangan biarkan rasa ngatuk itu mengalahkan mu untuk bermunajad pada Rabb-Mu. Berbegaslah untuk bangun dari tidurmu jangan sampai malammu berlalu begitu saja tanpa bermunajad pada-Nya disepertiga malam "
๐๐๐จ๐ง๐๐ ๐๐๐ก ๐ง๐๐๐๐๐จ๐ (๐ฆ๐๐๐๐๐ง ๐ ๐๐๐๐ ) Dari 'Atha Al Kharsany rahimahullah , beliau berkata: Dikatakan:๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐ ๐บ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐บ๐ฒ๐ฟ๐๐ฝ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป : ◇ Kehidupan bagi tubuh,◇ Cahaya bagi hati,◇ Sinar bagi mata, dan◇ Kekuatan bagi anggota badan Sesungguhnya apabila seorang laki-laki melaksanakan shalat tahajud di malam hari
๐ ๐ฎ๐ธ๐ฎ ๐ท๐ฎ๐ฑ๐ถ๐น๐ฎ๐ต ๐ถ๐ฎ ๐ฝ๐ฒ๐ป๐๐ต ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ต๐ฎ๐๐ถ๐ป๐๐ฎ Dan apabila ia terlelap matanya, maka ia pun tidur๐ ๐ฎ๐ธ๐ฎ ๐ท๐ฎ๐ฑ๐ถ๐น๐ฎ๐ต ๐ถ๐ฎ ๐ฝ๐ฒ๐ป๐๐ต ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ด๐ฒ๐น๐ถ๐๐ฎ๐ต๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐ฑ๐ถ๐ต ๐ต๐ฎ๐๐ถ, ๐๐ฒ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐๐ถ ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ต ๐ธ๐ฒ๐ต๐ถ๐น๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐๐๐ฎ๐๐ (๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ต๐ฎ๐ฟ๐ด๐ฎ).
Dan sungguh dia telah kehilangan sesuatu yang lebih agung manfaatnya. Mausu'ah Ibnu Aby Dunya 1/249 Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: ๐๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฉ๐ข๐ญ๐ข๐ต ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ช๐ข ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ, ๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ข๐ฎ๐ข๐ญ ๐ต๐ข๐ฒ๐ข๐ณ๐ณ๐ถ๐ฃ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฐ๐ด๐ข, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฑ๐ถ๐ด ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ.” Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 3549), Al-Hakim (I/308), Al-Baihaqi (II/502), dari jalan Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu 'anhu Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ๐๐ฆ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ข๐ต, ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ถ๐ด๐ญ๐ช๐ฎ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต๐ช ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ต๐ถ, ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ข’๐ข๐ญ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ถ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ถ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ๐ข๐ต, ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ.”HR. Muslim no. 757 ูุจุงููู ุงูุชูููู، ูุตูู ุงููู ุนูู ูุจููุง ู ุญู ุฏ ูุขูู ูุตุญุจู ูุณูู ุจุงุฑู ุงููู ูููู @sorotan[19/12/2025 02.17] +62 822-5786-4141: ﷽
๐น๐๐๐๐๐๐ฃ๐๐๐ ๐ป๐ ๐๐๐๐๐๐๐ค ๐๐๐๐ฆ ๐ธ๐๐๐ฃ ๐๐๐๐ฆ โ๐๐๐๐ ๐น๐๐๐จ๐:
๐๐ข๐๐ซ๐๐ก ๐ค๐ฎ๐๐ฎ๐ซ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐๐ข๐'๐๐ก, yang bid'ah itu ziarah kubur sambil cium batu nisan kuburan, bertawassul dan meminta berkah pada mayat didalamnya/menjadikan mayat sebagai perantara dalam berdoa.
๐๐๐ฆ๐๐๐๐ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐๐๐ฌ๐ข๐ง ๐ข๐ญ๐ฎ ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐๐ข๐'๐๐ก, yang bid'ah itu mengirim bacaan Yasin untuk orang yang sudah meninggal dan mengkhususkan membacanya pada malam Jum'at.
๐๐๐ฆ๐๐๐๐ ๐ญ๐๐ก๐ฅ๐ข๐ฅ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐๐ข๐'๐๐ก, yang bid'ah itu mengkhususkan membaca tahlil pada acara kematian dengan bilangan hari.
๐๐๐ฆ๐๐๐๐ ๐ฌ๐ก๐จ๐ฅ๐๐ฐ๐๐ญ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐๐ข๐'๐๐ก, yang bid'ah itu baca sholawat-sholawat buatan manusia yang tak ada dalilnya apalagi diiringi musik dan joget joget kayaknya konser.
๐๐๐ซ๐๐ณ๐ข๐ค๐ข๐ซ ๐ฌ๐๐ญ๐๐ฅ๐๐ก ๐ฌ๐ก๐จ๐ฅ๐๐ญ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐๐ข๐'๐๐ก, yang bid'ah itu dzikir berjamaah, apalagi dengan suara keras sambil goyang badan & baca dzikir dengan bacaan yang tak ada nash/dalilnya.
๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐'๐๐.
"๐๐๐๐๐ง๐ฒ๐๐ค๐๐ง ๐๐๐ง๐ ๐ก๐ฎ๐ง๐ข ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ซ ๐๐๐๐๐ง๐ ๐๐ข ๐๐๐ณ๐๐, ๐ฌ๐๐๐๐ง๐ ๐ค๐๐ง ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ฌ๐๐ฅ๐๐ฆ๐๐ญ ๐๐ข๐๐ง๐ญ๐๐ซ๐ ๐ฆ๐๐ซ๐๐ค๐ ๐ฌ๐๐ง๐ ๐๐ญ๐ฅ๐๐ก ๐ฌ๐๐๐ข๐ค๐ข๐ญ"
JANGAN RAGU UNTUK MEMBERIKAN NASEHAT
Ada seseorang yang berkata kepada al-Hasan al-Bashri rohimahullah bahwa si fulan tidak mau menasehati dengan dalih, "Aku takut mengatakan apa yang tidak aku lakukan.."
Maka beliau mengatakan,
ูุฃููุง ููุนู ูู ู ุง ูููู! ูุฏّ ุงูุดูุทุงُู ูู ุธูุฑ ุจูุฐุง؛ ููู ูุคู ุฑ ุจู ุนุฑูู.
Siapa diantara kita yang mengerjakan semua yang dia ucapkan..?!
Setan sangat ingin seandainya dia bisa berhasil dengan melemparkan pemahaman yang salah semacam ini, sehingga tidak ada satupun perkara ma'ruf yang diperintahkan. (Al-Jami' li Ahkamil Qur'an - 1/367)






