Yang terpenting penilaian Allah bukan penilaian manusia
Karena Penilaian Manusia Hanya Sepanjang Lidahnya,Tapi Penilaian Allah ﷻ Akan Menyertaimu Selamanya.
Tidak usah berlomba-lomba menjadi baik di hadapan manusia,apalagi hanya untuk mendapatkan pujian.
Fokus Pada Tujuan Hidup-mu
Muslim sesungguhnya hidup didunia hanya sementara dan sesuatu perjalanan ujud manusia
Maka beribadah kepada Allah
وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ ٥٦
Artinya;
Aku menciptakan jin dan manusia agar mereka beribadah padaku (QS. Adz-Dzariyat: 56):
Tugas utama penciptaan manusia dan jin adalah untuk menyembah serta mengesakan Allah SWT. Ibadah ini mencakup ibadah khusus (ritual seperti shalat) dan amal kebaikan sehari-hari.
Mp>وَenjadi Khalifah di Bumi
وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ ٥٦
Artinya ; ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?”
Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.
Manusia diutus untuk memimpin, mengelola, merawat, dan memakmurkan bumi dengan penuh keadil الۡجِنَّ an serta kasih sayang.
Mencari Ridha Allah
aktivitas hidup, baik dalam urusan ibadah maupun pekerjaan dunia, diniatkan ikhlas untuk meraih ridha dan rahmat-Nya.
Islam mengajarkan umatnya untuk sukses mencari kebaikan di dunia sekaligus mengumpulkan bekal amal untuk kehidupan abadi di akhirat.
Rujukan lengkap mengenai hal ini dapat dibaca pada ulasan Dua Tujuan Hidup Seorang Muslim.
Membentuk Akhlak Mulia: Menjadikan sifat jujur, sabar, amanah, dan kasih sayang sebagai pedoman interaksi sosial demi mencetak pribadi yang bertakwa.
Tugas utama penciptaan manusia dan jin adalah untuk menyembah serta mengesakan Allah SWT.
Ibadah ini mencakup ibadah khusus (ritual seperti shalat) dan amal kebaikan sehari-hari. Menjadi Khalifah di Bumi (QS. Al-Baqarah: 30):
Manusia diutus untuk memimpin, mengelola, merawat, dan memakmurkan bumi dengan penuh keadilan serta kasih sayang.
Hanya penting Penilaian Allah
Mencari Ridha Allah: Segala aktivitas hidup, baik dalam urusan ibadah maupun pekerjaan dunia, diniatkan ikhlas untuk meraih ridha dan rahmat-Nya.
Keseimbangan Dunia dan Akhirat (QS. Al-Baqarah: 201):
Islam mengajarkan umatnya untuk sukses mencari kebaikan di dunia sekaligus mengumpulkan bekal amal untuk kehidupan abadi di akhirat.
Hakikat Penilaian Allah
- Fokus pada Hati dan Amal
Berdasarkan hadis sahih riwayat Muslim, Allah tidak melihat bentuk rupa atau harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal perbuatan kalian.
Amal yang diterima adalah amal yang dilandasi niat murni karena Allah, bebas dari sifat riya (pamer) atau mencari pujian manusia
- Derajat Ketakwaan
Kemuliaan seseorang di sisi Allah ditentukan oleh tingkat takwanya, bukan karena keturunan, suku, atau jabatan duniawi.Keutamaan Berorientasi pada Penilaian
- Jiwa merdeka
Terbebas dari rasa cemas, lelah, dan stres akibat terlalu mengejar pengakuan atau standar manusia yang semu.
- Konsistensi Kebaikan
Lebih fokus melakukan amal saleh, termasuk amal tersembunyi yang hanya diketahui oleh Allah.
Tapi Berlomba-lombalah untuk menjadi baik di hadapan Allah ﷻ karena bila memang kamu benar baik menurut Allah, maka kemuliaan yang akan kamu sandang.
Lagi pula untuk apa penilaian manusia, untuk apa pujian manusia,karena penilaian manusia hanya sepanjang lidahnya,tapi penilaian Allah akan menyertaimu selamanya.
Maknai Hakikat Allah pada Hamba;
Penilaian Manusia Takkan Mengubah Penilaian Allah kepadamu, dan penilaian Allah takkan mengubah penilaian manusia kepadamu
Ketahuilah, mengejar penilaian manusia itu akan sangat melelahkan,karena menurut dia baik dan belum tentu menurut yang lainnya juga baik.
Sebab itulah mengapa kamu harus fokus saja pada penilian Allah ﷻ
Sungguh kamu pula harus tahu, bahwa yang bekuasa memberi tambahan kebaikan atas kebaikan yang kamu lakukan itu hanyalah Allah semata,maka tidak usah mati-matian ingin mengejar penilaian baik manusia.
Biarkan Allah yang melimpahkan kebaikan dan kemuliaan untukmu.
Hingga akhirnya semua orang tahu bahwa Allah menyayangimu dengan cara hidup yang kamu tempuh.
Tetap bersahaja dalam pikiran positif dan tetap memiliki keIman kokoh
Terimakasih untuk yang mengiri perjalanan istiqomah Hamba





