Cerita kita memang tidak sama. Ujian kita pun berbeda beda.
Tapi yang paling kita kenal paham, kita mampu menghadapi ujian itu semua.
Walau seberat gunung sekalipun.
Saat kita gembira mungkin orang lain sedang diuji, saat kita diuji orang lain pula sedang gembira.
Ujian
Realita kehidupan seorang Hamba dinikmati sebagai pandangan bahwa dunia adalah tempat ujian, bukan tempat tinggal abadi.
Tetap berIman sebagai pengontrol jiwa agar tidak sombong saat senang atau putus asa saat susah.
Prinsip Menghadapi realita Dunia tempat ujian:
Segala senang dan susah adalah cara Allah menguji manusia beriman atau tidak pun diberi kehidupan walau tampa ketaatan ? why
Tanamkan dalam Qalbu dan Jiwa bahwa ;
- Sabar dan syukur: Kunci utama menjalani hari dengan tenang.
- Qada dan qadar: Percaya pada ketetapan Allah yang terbaik
- Tidak sombong: Harta dan jabatan hanya titipan sementara.
- Tidak mudah putus asa: Masalah pasti ada jalan keluarnya.
- Beramal saleh: Fokus mengumpulkan bekal untuk akhirat.
Perjalanan Hidup bisa seperti jalan raya
Terkadang mungkin orang lain nampak gembira tapi hakikatnya dia sedang diuji
cuma disimpan rapi antara dia dan Tuhannya saja.
Setiap insan tidak lari dari terima ujian.
Pejalanan hidup kita ini adalah pentas ujian.
Jangan bersedih saat melihat orang lain bahagia
karena kita juga mampu mencipta bahagia kita.
Kehidupan memang begitu.
Ada pasang surutnya.
Semenit lagi tiada jaminan olehNya apa pula takdir kita.
Fokus saja pada jalan cerita kita.
Ujian yang Allah berikan seiring dengan kekuatan dariNya.
Semoga segala kisah ujian yang kita lalui ini dibungkus indah dengan hikmah yang manis dan sabar kita adalah sabar yang paling cantik.
Percayalah.. kita mampu!
Ada orang kuat Iman dia dekat shalat, tapi bab aurat dia lemah.
Ada orang iman dia kuat dekat aurat, tapi bab sholat sunat dia lemah.
Ada orang iman dia kuat dekat sholat sunat, tapi bab baca Al Quran dia lemah.
Ada orang dia suka bersedekah, tapi tanggungjawab sebagai Muslim dia tak jaga.
Ada orang jaga semua sekali di atas tapi tak jaga tutur kata.
Suka mengumpat dan mengatai bahkan berghibah bahkan Fitnah
Ingat ... Itulah ujian yang Allah beri pada setiap orang sesuai kemampuan mereka.
Karena iman manusia berbeda-beda.
Kesabaran manusia juga berbeda-beda.
Maka, beruntunglah orang yang mampu bersabar ke titik akhir perjalanan yang puncaknya adalah Mardhatillah.
Tetap belajar mencari (Redha Allah) Marifatkan rabbmu sesuai Allah ﷻ kehendaki.
Bit.ly/SPiritualMedicine





